Cara Terbaik Untuk Memulai Bisnis Konveksi

Saya yakin banyak dari Kalian bingung untuk bagaimana mengambil langkah bisnis konveksi. Apa langkah kesatu untuk memulai? Apa yang harus kulakukan? Bagaimana kalian menyelenggarakan itu? Dan banyak persoalan lain muncul di masing-masing pada saat bakal mengawali bisnis konveksi kemeja .

Dalam artikel ini saya (penulis) bakal memberi pengalaman pribadi saya dalam merintis bisnis konveksi, Simpel bagi Kamu untuk menjiplak dan Kamu lakukan sepanjang niat dan tekad Kalian matang dan bulat untuk mengambil langkah usaha konveksi.

Karena saya tak pintar dalam mencatat artikel tapi saya ingin memberi pemahaman supaya bernilai bagi Anda, jadi untuk mempermudah Kalian memahami cerita dan kiat saya merintis bisnis konveksi, saya hendak menciptakan poin dengan bahasa saya sendiri. Mudah-mudahan sederhana dipahami ya.

Oke cuma masuk ke titik pertama.

1. Pelajari tentang dasar-dasar konveksi yang harus Kamu tahu untuk “menyediakan” Kamu berinteraksi dan melayani konsumen.

Bagaimana bisa ini ialah poin pertama? Kamu harus merasa aneh apa sebabnya poin mula-mula ini, kan?

Ok lanjutkan membaca, saya hendak berikan tahu Kalian kenapa Kalian harus lebih-lebih lampau mengetahui dan belajar tentang dasar-dasar konveksi untuk “menyediakan” Kalian berinteraksi dengan konsumen.

Begini masalahnya….

Hal tersulit dalam melaksanakan bisnis konveksi ialah mencari kiriman (hampir orang yang ingin menciptakan produk konveksi di tempat kami). Ada banyak baju konveksi yang sukses di luar sana yang bersedia menghabiskan perhitungan untuk meletakkan iklan, promosi, membikin situs web, mengaryakan orang untuk mengurus akun jaringan sosial dan lainnya.

apakah Kalian tahu mengapa? Tujuan kuncinya ya ke konsumen biar orderanya rame. Kalo orderan sunyi ya anda sudah tahu diri bagaimana nantinya? Aku tak harus menerangkan heheh. Apakah Kalian mengerti itu?

Ok terus bahas poin pertama, Ikuti saja tidak boleh banyak bertanya dulu ya. N7nck Point kesatu ialah hal kesatu yang saya lakukan pada saat hendak mengambil langkah bisnis konveksi. Pada kala itu saya mempunyai niat untuk ada konveksi sendiri, karna saya ingin mempunyai usaha konveksi maka dengan cara automatis saya harus tahu dan ada paham tentang konveksi, paling utama pemahaman yang nantinya bakal jadi bekal bagi nerima orderan.

Contoh: ada orang yang ingin membikin kaos. Maka yang harus Kalian pahami ialah jika kaos terdiri dari apa pun. Bahan, sablon, jahitan dll. Kamu tak butuh memahami seluruh jenis komponen, cuma mengetahui dan memahami yang populer atau umum digunakan. Contoh materi sisir populer, contoh sablon ialah karet & plastisol populer, dan lain-lain.

Jika kamu cuma ingin memesan kaos, yaudah “hanya mengerti dulu” tentang kaos. Andaikan mau terima kiriman jaket, baju, dan lain-lain – lain-lain ya nggak mau kalian juga harus belajar.

Di mana saya bisa belajar tentang mereka? Kamu bisa belajar dari internet atau jikalau kamu ada kenalan yang mempunyai konveksi, ya lebih baik bersoal langsung biar lebih jelas, dan terlebih kalau kenalan kalian dipersilakan untuk memberikan info, kalian juga bisa langsung menatap dan meregangkan jenis kain, atau menatap jenis-jenis sablon.

saya gak mau belajar dari internet, mau langsung belajar ke siapa yang mempunyai konveksi aja. Tapi….. Tak memiliki kenalan. Bagaimana kelanjutannya?

Kalo anda mau bisa dan ngerti ya nekad lah, cari konveksi sebanyak- sebisa mungkin (kamu bisa cari di google) terus kunjungi langsung konveksinya. Nah ada trik maka Kamu bisa “kenyang” makan info dari konveksi.

Lihat, Kamu berlagak jadi konsumen yang ingin memesan, misalnya Kalian ingin memesan kaos. Modal Kalian cuma membawa desain kaos, dari cuma memanfaatkan desain kaos. Kamu bisa memperoleh banyak info nanti. Apa triknya? hendak kita bahas nanti di artikel berikut ini.

Ok sampai di sini saya berasumsi Kamu sudah mengerti dan katakanlah Kamu sudah ada “ketentuan” untuk melayani konsumen dan nerima orderan.

Sudah ada pemahaman dan ketentuan untuk menerima pesanan, lanjutkan ke titik berikutnya.

1. Mulai cari vendor konveksi, bagaikan tempat ngerjain kiriman anda.

Pada titik mula-mula dengan cara tak langsung saya telah menganjurkan Kalian untuk melangsungkan kunjungan langsung ke konveksi – konveksi untuk memperoleh “persediaan”.

Yah…. kamu tahu ada ungkapan menuturkan “saat menyelam air minum” sambil belajar dan nyari bekal sebentar kamu juga berusaha ngelobi konveksi. Bagaimana kalian menggelar itu?

Begini masalahnya.

kalian nge modus jadi konsumen, nah anggap aja rezeki udah kalian dapet. Kini saatnya bagi Kamu untuk meluncurkan aksi untuk melobi konveksi.

Bagaimana …. anda bilang gini aja “oh iya pak/bu, bertepatan nih, bagaimana seumpama aku mau cari orderan konveksi juga, terus nanti produksi aku lempar ke tempat bapak/ibu?” sambung kamu bilang ” cukup untuk uang bensin nambah-nambahin hehehe (jangan lupa tersenyum)”.

Setelah itu lihat reaksinya, kalo respon keliatanya bagus dan welcome ya lanjutin aja chatya ngalir bahas tentang kiat kerjanya gimana dan lain-lain sampai bahas soal minta harga lebih murah karna untuk dijual kembali ke konsumen.

Ingat! Janganlah lupa catat (tulis) info bernilai biar tak diperbolehkan lupa, Untuk apa? Pasti dong untuk menyamakan dengan konveksi lainnya. Tapi ingat, harga murah bukanlah tolok ukur utama Kamu untuk membuang titipan ke tempat itu, melainkan komitmen, kualitas, dan ketepatan waktu produksi sungguh-sungguh harus jadi tolok ukur Anda.

Enggak apa untung kecil yang berguna orderan aman, konsumen puas. Soal harga anda bisa “goyang” lagi nanti bila udah mempunyai pengalaman ngerjain orderan. Intinya ialah menyakini konsumen Anda.

Ok sampai di sini Kamu sudah mempunyai sediaan dan kenalan vendor konveksi untuk anda melemparkan perintah pada mereka.

1. Apa yang kalian tunggu? Mulai mencari titipan sebanyak mungkin.

Hingga kala ini Kalian siap untuk menerima titipan masuk, gas langsung memberikan suntik antaran pencarian sebanyak – berapa banyak.

Tapi tunggu sekejap hehehe ……

Tidak semudah itu untuk memesan orderan konveksi. Tsemakin banyak bagi Kalian yang sungguh-sungguh anyar bagi Kamu dan belum sempat sama sekali. Intinya sama sekali tak diketahui bahwasanya anda siap ngerjain orderan konveksi.

Belum diketahui? Temui…… dipaksakan bagaimana membiarkan anda diketahui dan orang-orang tahu apabila Kalian suka dan bisa ngerjain orderan konveksi. Bagaimana kalian menggelar itu? Baca di artikel ini “Orderan konveksi tenang ? inilah trik jitu untuk membikin kiriman konveksi Kamu berlimpah”

Ok sampai di sini berasumsi ada orderan masuk, begini metode saya bekerja ngurusin orderan tanpa mempunyai konveksi itu sendiri dan cuma dipersenjatai dengan “persediaan” sebelumnya dan ikatan atau kenalan konveksi yang telah kami cari sebelumnya untuk bekerja pada titipan kami.

6 Langkah terbagus & simpel bagaimana melayani konsumen konveksi tanpa mempunyai bengkel sendiri.

* Langkah Pertama. Melayani konsumen dengan baik, memanfaatkan bahasa yang beretika dan ramah.

Selalu mengawali diskusi dengan salam dan membuntuti dengan kata-kata “perkenalkan saya untuk (memanggil sapaan Anda) ada sebuah hal yang bisa saya bantu?” maka tidak boleh lupa untuk bertanya julukan konsumen Kamu (dan cepat menyimpan).

Mengapa? Pertama, untuk mengesankan bahwasanya Kamu profesional (meskipun Kamu sesungguhnya seseorang pemula). Kedua, memohon julukan untuk terkesan akrab dan supaya Kalian dapat memisahkan konsumen, tujuannya ialah bila ada konsumen yang masuk lebih dari satu, Kamu tak bingung dan bingung. Si A orderan apa dan si B orderan apa. Lantaran proses komunikasi Kalian tak cuma terbatas pada Kamu dengan konsumen tapi dengan vendor juga. Jadi itu tip untuk menciptakanya lebih simpel bagi Anda.

* Langkah Kedua. Miliki desain atau ikhtisar produk untuk estimasi harga.

Biasanya konsumen hendak bersoal tentang harga tanpa mengirimkan desain dan beberapa hendak menyoalkan harga dengan mengirimkan desain. Sebisa mungkin Kamu harus memperoleh desain yang bakal terbikin oleh konsumen, alhasil Kamu dapat langsung melanjutkan gambar desain ke konveksi di mana titipan bakal dicoba untuk memperoleh negosiasi harga dari konveksi dan Kamu cuma butuh membersihkan (mengambil keuntungan) dan selanjutnya mengirimkannya pada client Anda. Gunakan trik ini “tolong tunggu ya, saya bakal hitung dulu berapa biayanya apabila desainnya kayak itu” lihat gambar 1

Ilustrasi Gambar 1 Nah… intinya kamu bilang semacam itu ke konsumen ya dengan tujuan ngulur waktu tunggu kamu dapat harga dari vendor konveksinya. Apabila sudah dapat harga yaudah menginformasikan saja ke konsumen (jangan lupa ambil untung).

Ingat! Tak Diperbolehkan mengambil manfaat yang terlalu besar, tujuannya ialah untuk memperoleh sebutan Kalian terkenal lebih lebih dulu dan memperbanyak konsumen malah dahulu, lantaran dalam bisnis konveksi ada kemungkinan titipan berulang (repeat order) dan pada ketika titipan berulang kami dapat sedikit menaikkan harga dengan alibi harga kain atau alibi apa pun.

Ada juga yang menanya tanpa mempunyai desain, berarti pekerjaan kami ialah menggali informasi komplet perihal spesifikasi produk apa yang hendak dibuat. Umumnya dengan kelengkapan spesifikasi, konveksi sudah bisa memberikan kisaran harga. Simak gambar 2

Ilustrasi Gambar 2 Ada juga kasus serupa ini. Ada suatu yang aneh dan anyar Kalian sempat mendengar tentang produk. contoh kamu tak terbiasa dengan sebutan kapas bambu, nah tanggung jawab kamu ialah mengulur waktu dengan memberikan alasan, sambil mengulur-ulur sebentar kalian langsung mengetahui tuh hal-hal asing yang anyar saja kamu dengar, alhasil pada saat sudah tahu bisa soan seakan-akan kalian tahu. Intinya ialah tidak boleh terkesan anda amatir dan kurang pengetahuan. Lihat gambar 3

Ilustrasi Gambar 3 Pada dasarnya tiap kali ada antaran yang masuk bakal ada 3 pihak yang terlibat, Kalian – konsumen dan vendor konveksi. Mesti diingat, tak diperbolehkan hiraukan konsumen tahu bahwasanya anda melemparkan kiriman ke istilah konveksi lain di dunia konveksi “maklun”.

* Langkah Ketiga. Proses transaksi awal melunasi dp.

Jika itu ialah perjanjian maka bagian yang lazimnya uang muka atau biasa dituturkan uang DP. Ini ialah kiat memproses transaksi uang untuk melindungi keamanan vendor dan informasi konsumen. Konsumen > Kalian > Vendor Konveksi. Lihat Gambar 4

Ilustrasi Gambar 4 Jadi intinya ialah usahakan apabila salah satunya ikatan antara konsumen dan vendor ialah Anda. Apakah Kamu mengerti tentu apa artinya?

* Langkah Empat. Mulai proses produksi dengan dokumentasi.

Biasanya seusai uang DP masuk bakal dilanjutkan ke proses produksi kiriman barang. Nah pada fase ini Kamu harus mengambil waktu untuk mendatangi dan mengecek proses produksi, apa tujuannya? Jelas dong untuk Quality Control dan biar juga tahu apakah orderan sudah dicoba sepanjang apa. Biar konsumen kalo nanya tiap dikala tak bikin bingung jawabnya apa.

Kan bisa tinggal nanya aja via telepon atau whatsapp ke vendor konveksi dan kirim foto udah seberapa jauh progres orderan? Benar… Ingat ungkapan sebelumnya? “sambil menyelam air minum” kala Kamu mengecek kiriman dikala Kamu belajar lebih dalam, paling utama tentang produksi. Pada mulanya Kamu cuma belajar sediaan untuk nerima orderan, belajar produksi belum kan? Nah ini waktu yang tepat untuk kalian belajar dan hampir tahu tentang proses produksi, sah aja untuk kalian bila mau prank nanya- nanya ke vendor konveksi tentang kalo produksi sudah pada fase ini. Ingat! Tujuan kami ialah untuk mempunyai kami sendiri konveksi hehehe. Oke lanjutkan

* Langkah Kelima. Foto item yang memohon penyetoran dan pengiriman.

Orderan tengah diproduksi. Kalian cuma ada foto antaran konsumen barang jadi dan mengirim ke konsumen dengan tujuan untuk berikan tahu Kalian apabila orderan yang telah dicoba konsumen dan saatnya untuk berharap uang penyetoran (jangan lupa untuk berharap nyadaun juga). Ingat jalur transaksinya sama serupa ketika melakukan pembayaran uang DP.

* Langkah Enam. Mulai berlatih.

Barang telah diproduksi, penyetoran telah didapat vendor, Kalian juga mempunyai bagian. Yaudah cuma mengirimkan titipan barang ke alamat pelanggan. Sungguh mudah, bukan? Selamat belajar hehehe.

Sejauh ini ada 3 poin bernilai yang saya bagikan dengan kamu tentang teknik merintis bisnis konveksi.

Jangan puas dengan info kecil yang saya bagikan. Terus baca sampai Kamu berakhir untuk memahami dan memang berlatih, karna seluruh ini didasarkan pada pengalaman pribadi pengarang yang dengan cara eksklusif dibagikan untuk Kalian yang anyar saja hendak mengawali bisnis usaha konveksi.

Baca juga artikel tentang “Cara membikin kaos berkualitas”

Oke kita lanjutkan ulasan poin berikutnya, di artikel sebelumnya anda sudah sampai pada titik di mana kalian sudah bisa menerima orderan dan ngerjain orderan. Sebetulnya sampai pada titik itu Kalian sudah bisa merasakan pengalaman “merasa seperti” mempunyai busana konveksi sendiri.

Nah dalam masalah ini banyak orang yang merasa enak dengan kondisi sampai kayak itu, karna dirasa berpendapatan dan tak lelah ngerjain orderanya. Tapi bagi Kalian yang membidik untuk ada konveksi sendiri silahkan lanjutkan membaca. N7nck Point selanjutnya adalah

1. Tambahkan ilmu konveksi, survei harga mesin, jumpai pekerja atau ambil satu bagian sendiri.

Tambahkan sains konveksi? Jelas itu harus, karna Kalian ingin mempunyai konveksi Kamu sendiri. Memperdalam dan menggali terus-menerus sedalam dan keluar dari konveksi. Bila Kalian telah lewat proses pada titik 3 Kalian harus ada lebih banyak keleluasaan untuk mencari wawasan tambahan dan belajar lebih banyak tentang konveksi (saat Kalian mengurus antaran kala Kamu belajar lebih dalam).

Ok kini berasumsi apabila Kamu telah memahami hampir segala pemahaman dan ilmu wawasan tentang konveksi, langkah selepas itu ya mulai survei dan mencari mesin (mulai dari angka kecil, yang bernilai kamu bisa ngerjain sendiri).

Setelah itu. Mulai cari pekerja yang mempunyai kualitas bagus, bicara saja dulu dengan saya. Janganlah langsung ajak kerja (takut nanti ga jadi pake tuh orang heheh).

Yah … apabila mau memiliki khasiat lebih besar ya mau nggak mau kerja ekstra. Apa triknya? mengambil diantaranya bagian dari banyak proses produksi.

Contoh: Proses produksi kaos terdiri dari belanja kain dan materi sablon, proses pemotongan, proses sablon, proses menjahit, proses finishing sampai pengemasan. Kalau Kalian mengambil diantaranya bagian dari proses produksi. dengan asumsi Kamu mengambil proses menjahit, maka penyetoran untuk tukang jahit tak ada, yang berarti khasiat Kalian lebih besar karna ada satu proses yang Kalian kerjakan.

Jika masukan dari saya jikalau anda ingin mengambil satu bagian, ambil proses pemotongan dan belanja bahan. Mengapa? segenap bakal dijawab jikalau Kamu berlatih. Jadi saya tak bakal menanggapi alhasil kamu didorong untuk latihan dan merasa sendiri. Hehehe

Ingat! Bila Kamu ingin mengambil satu diantara bagian dari proses produksi berarti jika pada tahapan keempat ini Kamu harus lebih ekstra dalam belajar. Inti dari poin ini ialah belajar, survei, belajar, survei jadi aja terus sampai sungguh-sungguh matang.

Oke lanjutkan poin berikutnya. N7nck Seluruh amunisi yang Kamu butuhkan untuk aksi ada di sana. Bagaimana konsumen nerima orderan dan ngelayanin sudah bisa, pengalaman produksi orderan sudah sering, konsumen memiliki banyak, ilmu konveksi sudah dikuasai matang, info pekerja sudah ada, informasi harga mesin untuk keperluan produksi sudah ada.

Tunggu apa lagi? Uang jelas, memiliki modal yaudah cuma mesin belanja aja.

Uang tak cukup? Nabung dong… sudah ada pemasukan dari pesanan. Sabar saja dan konsisten pasti untuk membeli mesin kok sendiri.

Tapi…. ada panduan nih biar ga semuanya segenap beli mesin, saran ini sungguh-sungguh berkhasiat bagi Kalian yang ada modal yang tepat.

Ini caraku.

Jangan langsung mempunyai seluruh alat produksi, saya sarankan untuk dengan cara berangsur-angsur dan dalam cicil satu per satu alat.

Contoh: kalian mulai beli alat potong aja dulu, nah sambil mengobras dan sablon di maklun kan. Atau malah beli alat jahit dulu, potong dan sablon maklun. Bebaslah untuk menyenangi mana yang Kalian inginkan, lihat situasi, kondisi Anda, dan moneter Anda.

Ada khasiat jikalau Kalian ingin mengambil diantaranya bagian dari bagian produksi. Kalian membeli alat di mana Kamu memahami proses. Katakanlah Kalian mengambil proses menjahit, Kamu telah membeli mesin jahit lebih lebih lampau mari kita cocokkan proses membordir Kalian sendiri dengan alat Kamu sendiri. Ini sah untuk segenap fase produksi.

kalian tersadar tak sih? Bila Kamu sampai ke tahapan ini Kamu sudah mempunyai konveksi Kamu sendiri? Hahaha tak kerasa benar kesimpulannya mempunyai sendiri? (meskipun pada hakikatnya prosesnya cukup panjang).

Nah untuk pengembangannya atau untuk ngebesarin konveksiknya ya mau nggak mau banyak order sampai anda merasa ini waktu yang tepat untuk beli mesin lagi dan tambah lagi pekerja.

Sekarang Kamu mengerti apa sebabnya alur ceritanya serupa itu? Tidakkah kau mengerti? Oke saya menciptakanya jelas dengan kesimpulan akibatnya Kalian dapat belajar lebih banyak dan mengerti.

Kesimpulan bagaimana merintis usaha bisnis konveksi baju:

1. Belajar dasar

2. Cari vendor untuk sebentar waktu Kalian melepaskan antaran sampai Kalian ada mesin Sendiri. Ini sebentar tapi harus waktu yang lama. Jadi itu wajib dan aku sabar. N7nck 3. Cari perintah langsung. Supaya Kamu mempunyai konsumen lebih lebih dahulu, ingat hal tersulit ialah orderan (saya bahas sebelumnya). Bayangkan bila Kalian mempunyai mesin yang lengkap, modal yang kuat, pemahaman sudah matang tapi tak mempunyai konsumen, bagaimana teknik mencobanya? Triknya gak tuh bisnis konveksi? Kini mengerti kenapa saya menggambarkan kisah plot serupa itu? Dan aku merasa sendiri hasilnya. N7nck 4. Pengkajian lanjutan

5. Yang lain ngebahas modal di awal, saya ngebahas modal di ujung hahaha. Tapi apa maksudku? Ok sip

Semua hal tentang bagaimana mengambil langkah bisnis konveksi polo shirt saya telah mengasih dengan kalian, dan segalanya didasarkan pada fakta alias pengalaman sendiri. Tak menurut teori dan tutorial saja.

Cara hidup tiap orang pasti berbeda, ada yang dibikin mudah dan ada juga yang diserahkan kesulitan. Sepanjang kita konsisten di jalan yang benar, suatu hari harus ada hasil manis yang kita dapatkan.

Ini ialah cerita dan teknik hidup penulis, ada yang sama dan ada yang berbeda. Mudah-Mudahan berguna dan mudah-mudahan langkah moga-moga sukses dari saya.

Sukses untuk kita semua. Amiin…

Baca juga artikel tentang “Manajemen waktu dalam bisnis”

Terima kasih.

Next Post

No more post

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *